SRANDUL: SENI BERNAFAS ISLAM DARI WONOGIRI

Kelompok Srandul dari Dusun Kedung Balar, Desa Gebang, Nguntoronadi- Wonogiri (Sumber Gambar:Hihmatun Hayu, Pusporini (2012) Nilai Budaya Dalam Kesenian Srandil di Dusun Kedung Balar, Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.Skripsi S1, Universitas Negeri Yogyakarta).

Kelompok Srandul Dusun Kedung Balar, Desa Gebang, Nguntoronadi- Wonogiri (Sumber Gambar:Hihmatun Hayu, Pusporini (2012) Nilai Budaya Dalam Kesenian Srandil di Dusun Kedung Balar, Desa Gebang, Kec. Nguntoronadi, Kab. Wonogiri.Skripsi S1, Universitas Negeri Yogyakarta).

Wonogiri adalah sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Sejumlah kesenian rakyat pernah hidup di daerah ini. Diantaranya adalah kesenian Srandul atau juga sering disebut Srandil. Srandul adalah sebuah wujud kesenian drama tari rakyat yang bernafaskan Islam. Apabila ditengok dari syair dan adegan yang di dalamnya menunjukkan adanya upaya dakwah untuk perbaikan pendidikan moral, agama, etika, dan estetika.  Dalam setiap tembangnya secara tersurat menggambarkan tentang tuntunan perjalanan hidup manusia agar selamat dunia dan akhirat sesuai dengan ajaran Islam. Baca lebih lanjut

Iklan

CERITA MENAK : WARISAN BUDAYA ISLAM DI INDONESIA

EPIK MENARIK

Serat Menak Kustup karya R. Ng. Yasadipura I, sebuah episode cerita Menak di Jawa. (Koleksi : Susiyanto).

Setelah epos Mahabarata dan Ramayana, cerita Menak merupakan karya fiksi yang banyak menginspirasi orang Jawa dan Lombok, baik dari kalangan rakyat kecil hingga kaum pembesar pada jamannya. Dari cerita ini nyatanya telah lahir sejumlah karya sastra dan budaya yang bermutu tinggi dengan tanpa mengabaikan aspek moralitas. Cerita Menak merupakan inspirasi bagi lahirnya Wayang Menak yang sering dahulu dipentaskan sebagai tontonan rakyat kecil hingga bangsawan di Kraton. Menyusul kemudian Wayang Golek Menak dan Wayang Orang Menak. Sejumlah sendratari juga lahir dari cerita Menak ini. Demikian juga seni ukir dan tatah sungging tidak mau ketinggalan mendapatkan inspirasi dari cerita yang sama. Termasuk juga membidani lahirnya sejumlah karya sastra lain yang mewarisi semangat cerita Menak. Baca lebih lanjut

SANTISWARA DAN DAKWAH MELALUI SENI

Perburuan yang penulis lakukan dalam mengeksplorasi dan melakukan kajian lapangan terhadap proses dakwah walisongo dan kebatinan Jawa pada akhirnya mengantarkan penulis untuk menyaksikan sebuah pertunjukan Seni Jawa bernuansa Islam dalam rangka tirakatan bulan Sura (Muharram) di Padhepokan Gedhong Putih di Plesungan, wilayah Kabupaten Karang Anyar yang berbatasan dengan Surakarta, pada 17 Muharram 1430 H atau bertepatan 12 Januari 2009 mulai ba’da Shalat Isya. Baca lebih lanjut