MERELATIFKAN YANG ABSOLUT ATAU MENGABSOLUTKAN YANG RELATIF ?

Pada akhir sebuah perdebatan antara seorang ilmuwan muslim dan sarjana Barat, sang ilmuwan Barat akhirnya menyadari bahwa dia telah mendapati dirinya berada dalam titik nadhir kekalahan. Namun dia belum mau mengakui kelemahan argumentasinya yang telah dibuktikan sebagai kurang ilmiah dan syarat dengan kepentingan. Maka sang ilmuwan Barat kemudian menggunakan jurus terakhirnya berupa relativisme yang dianggapnya sebagai puncak keilmuwan Barat (?).

Barat : Apa pun hasil diskusi kita, kebenaran itu bersifat relative. Sedangkan yang absolut adalah Tuhan.

Muslim : Jika demikian, apakah yang anda maksud, pendapat terakhir anda tadi termasuk dalam kategori yang relative ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: