” ORANG YANG TIDAK PERNAH MENIPU, TIDAK AKAN PERNAH TERTIPU JUGA “

Tersebutlah seorang pedagang emas yang memiliki sebuah toko yang sangat ramai di suatu pasar di Indonesia yang terkenal sangat jujur. Salah satu slogan hidup sekaligus motto dagang yang dipercayainya adalah bahwa “Seorang yang tidak pernah menipu tidak akan pernah tertipu “. Slogan yang diyakininya tersebut sebenarnya merupakan ajaran seorang Kyai bijak dari sebuah daerah di Jawa Barat. Sang pedagang sedemikian kuat memegang slogan tersebut sebagai filosofi hidup sekaligus bisnisnya. Hingga suatu ketika, dia merasa bahwa slogannya tersebut harus ditinjau ulang. Pasalnya, dia tertipu mentah-mentah oleh seseorang yang mengaku sebagi musafir.

Setelah kejadian itu maka sang Pedagang menjadi ragu dengan motto bisnisnya dan mencoba mempertanyakan ajaran Kyai yang dianggap bijak tersebut.

Kyai : Yah aku sudah mendengar bahwa ada seseorang yang sudah mengakali kamu. Bagaimana sebenarnya ceritanya ?

Pedagang : Begini, Kyai. Ada seorang yang mengaku musafir dan dia mengatakan bahwa dia sangat membutuhkan biaya untuk melanjutkan perjalanannya. Kemudian musafir itu menawarkan emas dengan harga yang sangat murah kepada saya karena dia sedemikian membutuhkan uang secepatnya.

Kyai : Lantas kenapa kamu ragu dengan ajaranku bahwa “Orang yang tidak pernah menipu tidak akan tertipu” ?

Pedagang : Selama ini saya sudah bersikap jujur akan tetapi kenyataannya saya tetap tertipu. Musafir itu ternyata menjual emas palsu kepada saya.

Kyai : Oh, kalau begitu persoalannya. Sebenarnya bukan slogan itu yang salah, tetapi kamu yang sudah menipu dirimu sendiri. Coba pikirkan, mana ada emas yang harganya murah ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: