Pada akhir sebuah perdebatan antara seorang ilmuwan muslim dan sarjana Barat, sang ilmuwan Barat akhirnya menyadari bahwa dia telah mendapati dirinya berada dalam titik nadhir kekalahan. Namun dia belum mau mengakui kelemahan argumentasinya yang telah dibuktikan sebagai kurang ilmiah dan syarat dengan kepentingan. Maka sang ilmuwan Barat kemudian menggunakan jurus terakhirnya berupa relativisme yang dianggapnya [...]
Filed under: Diplomatika | Tinggalkan sebuah Komentar »


