PENGUMUMAN

STOP PRESSS !!!!

Silakan kunjungi website baru saya:

http://susiyanto.com

Selamat menikmati

SRANDUL: SENI BERNAFAS ISLAM DARI WONOGIRI

Kelompok Srandul dari Dusun Kedung Balar, Desa Gebang, Nguntoronadi- Wonogiri (Sumber Gambar:Hihmatun Hayu, Pusporini (2012) Nilai Budaya Dalam Kesenian Srandil di Dusun Kedung Balar, Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.Skripsi S1, Universitas Negeri Yogyakarta).

Kelompok Srandul Dusun Kedung Balar, Desa Gebang, Nguntoronadi- Wonogiri (Sumber Gambar:Hihmatun Hayu, Pusporini (2012) Nilai Budaya Dalam Kesenian Srandil di Dusun Kedung Balar, Desa Gebang, Kec. Nguntoronadi, Kab. Wonogiri.Skripsi S1, Universitas Negeri Yogyakarta).

Wonogiri adalah sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Sejumlah kesenian rakyat pernah hidup di daerah ini. Diantaranya adalah kesenian Srandul atau juga sering disebut Srandil. Srandul adalah sebuah wujud kesenian drama tari rakyat yang bernafaskan Islam. Apabila ditengok dari syair dan adegan yang di dalamnya menunjukkan adanya upaya dakwah untuk perbaikan pendidikan moral, agama, etika, dan estetika.  Dalam setiap tembangnya secara tersurat menggambarkan tentang tuntunan perjalanan hidup manusia agar selamat dunia dan akhirat sesuai dengan ajaran Islam. Baca lebih lanjut

MISIONARIS DAN KOLONIALIS DALAM “PEMBARATAN” JAWA

(STUDI KASUS INSTITUUT VOOR DE JAVAANSCHE TAAL DI SURAKARTA)

PENDAHULUAN

Johann Friedrich Carl Gericke

Johann Friedrich Carl Gericke (Sumber: Wikipedia)

Sejak awal Belanda menghendaki penguasaan terhadap narasi sejarah bangsa jajahannya. Di Jawa, pengumpulan tradisi-tradisi lokal dan manuskrip kuno telah menjadi salah satu agendanya. Sejumlah akademisi Belanda diturunkan untuk menggali pelbagai data terkait. Kesarjanaan yang memiliki penguasaan terhadap tradisi, adat istiadat, dan sistem nilai suatu masyarakat akan berguna dalam membangun pendekatan, termasuk dalam merancang format hegemoni dan pelanggengan kekuasaan. Baca lebih lanjut

RADEN BRATAKESAWA: ANTARA FAKTA DAN OPINI KRISTEN

PENDAHULUAN

Raden Bratakesawa, seorang tokoh muslim di Jawa, selama ini banyak disalahpahami  orang. Beberapa cendekiawan Kristen, misalnya, menggambarkan pribadinya sebagai tokoh kebatinan. Dari deskripsi manipulatif inilah kesalahpahaman itu berakar. Padahal Bratakesawa adalah seorang muslim, bahkan seorang dai. Hal ini terungkap dari testimoni dan kiprahnya dalam membangun kehidupan rohani masyarakat muslim di Jawa melalui tulisan-tulisan berbobot yang dihasilkannya. Baca lebih lanjut

KRISTEN MASUK INDONESIA ABAD VII ?

PENDAHULUAN

Karya Abu Shalih al-Armini yang diterjemah ke Bahasa Inggris oleh B.T.A. Evetts (koleksi: Susiyanto)

Atribut yang tersemat sebagai “agama penjajah” terhadap agama Kristen nampaknya masih menjadi aib besar bagi karya misi penginjilan di Indonesia. Kenyataan ini membuat berbagai pihak Kristen, termasuk Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), merasakannya sebagai beban sejarah.[1] Tidak heran jika pada masa kini sejumlah akademisi Kristen di Indonesia berupaya untuk merekonstruksi sebuah versi sejarah yang ramah terhadap eksistensinya. Diantaranya dengan mencetuskan teori bahwa Kekristenan “sebenarnya” telah tiba di Indonesia lebih awal dari era imperialisme dan kolonialisme Barat. Dengan demikian kedatangan Kristiani yang bersamaan dengan masa penjajahan bangsa Eropa hanya akan diposisikan sebagai “merebut kelupaan masa silam” saja.[2] Baca lebih lanjut

ISLAM DAN KRISTEN DALAM JANGKA JAYABAYA SYEKH BAKIR

PENDAHULUAN

Jangka Jayabaya Syekh Bakir

Serat Jangka Jayabaya Syekh Bakir yang dilatinkan oleh R. Tanoyo. (Koleksi: Susiyanto)

Bagi sebagian penduduk Jawa, Jangka Jayabaya dianggap memiliki kedudukan yang istimewa. Kitab “legendaris” ini diposisikan sebagai “panduan” guna mengetahui masa depan kehidupan yang berkembang di atas daratan Pulau Jawa. Secara mitologis keberadaan kitab ini sering dihubungkan dengan adanya nuansa ramalan dan proyeksi jaman. Namun demikian hanya sedikit orang Jawa yang pernah membaca buku ini secara langsung. Bahkan lebih sedikit lagi yang mengetahui bahwa karya sastra ini memiliki banyak versi. Baca lebih lanjut

My Blog 2011 in Review

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 31.000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 11 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.